‎Penempatan Pegawai yang Tak Sesuai Kompetensi Dinilai Berpengaruh terhadap Motivasi Kerja

- Admin

Sabtu, 4 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visionernews.id | Tembilahan – Penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan kompetensi dinilai dapat memengaruhi motivasi kerja, produktivitas, hingga kualitas pelayanan dalam sebuah organisasi. Hal tersebut menjadi salah satu temuan yang diangkat Tri murti DINSOSP3A Inhil , sebagai mahasiswa Program Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak), dalam kajian akademiknya mengenai manajemen sumber daya manusia.

‎Di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, S.E., M.M., Tri Murti menyoroti sejumlah faktor yang dinilai berpengaruh terhadap motivasi dan kinerja pegawai. Menurutnya, berbagai persoalan di lingkungan organisasi perlu dipandang sebagai bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan tata kelola, bukan sebagai upaya mencari pihak yang harus disalahkan.

‎”Persoalan organisasi sebaiknya dijadikan sebagai bahan pembelajaran agar dapat ditemukan solusi yang tepat dalam meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan,” kata Tri Murti.

‎Dalam kajiannya, ia mengidentifikasi lima persoalan yang kerap memengaruhi motivasi kerja pegawai, yakni penempatan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian, perbedaan perlakuan dalam lingkungan kerja, kondisi kerja yang kurang kondusif, tingginya beban pekerjaan, serta rendahnya disiplin kerja.

‎Menurut Tri Murti, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain keterbatasan jumlah pegawai, belum optimalnya pelatihan dan pengembangan kompetensi, komunikasi internal yang belum berjalan efektif, belum adanya sistem penilaian kinerja yang objektif, serta pembagian beban kerja yang belum proporsional.

‎Ia menilai kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya rasa percaya diri pegawai, meningkatnya stres kerja, munculnya konflik internal, berkurangnya loyalitas terhadap organisasi, hingga menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

‎Untuk menjelaskan fenomena tersebut, Tri Murti menggunakan pendekatan Social Identity Theory. Teori ini menjelaskan bahwa seseorang akan memiliki motivasi dan komitmen yang lebih tinggi ketika merasa diterima, dihargai, dan menjadi bagian penting dari kelompok atau organisasinya.

‎”Rasa memiliki terhadap organisasi menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong loyalitas, semangat kerja, dan produktivitas pegawai,” ujarnya.

‎Sebagai rekomendasi, Tri Murti mengusulkan agar organisasi menerapkan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi, pendidikan, pengalaman, dan minat kerja. Selain itu, ia juga menilai pentingnya penerapan prinsip keadilan, transparansi, dan objektivitas dalam setiap kebijakan organisasi.

‎Ia juga menyarankan penguatan budaya kerja kolaboratif melalui komunikasi internal yang lebih terbuka, evaluasi beban kerja secara berkala, pembagian tugas yang proporsional, serta peningkatan keteladanan pimpinan dalam membangun budaya disiplin.

‎Menurutnya, setiap proses perbaikan harus dilakukan secara bertahap melalui komunikasi yang konstruktif sehingga dapat diterima seluruh pihak dan tidak menimbulkan kesan menyalahkan individu tertentu.

‎Sementara itu, akademisi sekaligus praktisi manajemen Dr. Chandra menilai kajian tersebut relevan dengan tantangan pengelolaan sumber daya manusia di berbagai organisasi.

‎Menurutnya, pembahasan akan semakin komprehensif apabila dilengkapi dengan data empiris mengenai distribusi beban kerja, pola kepemimpinan, tingkat disiplin pegawai, serta indikator motivasi dan tingkat stres kerja.

‎”Dengan dukungan data yang lebih kuat, rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi acuan dalam membangun lingkungan kerja yang lebih adil, kolaboratif, dan produktif,” kata Dr. Chandra.

‎Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi berbagai organisasi dalam memperkuat pengelolaan sumber daya manusia sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang profesional serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penulis : Tri Murti DINSOSP3A Inhil

Editor : Visionernwes.id

Sumber Berita: Tri murti DINSOSP3A Inhil

Berita Terkait

‎AI Mengubah Wajah Organisasi: Dari Struktur Kerja hingga Kompetensi SDM
‎Kepala Desa Tanjung Pasir Bantah Dugaan Terlibat Pengelolaan Dana Program M4CR, Sampaikan Hak Jawab ‎
BPBD Inhil Evakuasi Rumah Warga Terdampak Angin Kencang, Satu Keluarga Mengungsi
Dugaan Mark-up Program Mangrove M4CR di Tanjung Pasir Mengemuka, Kejaksaan Diminta Turun Tangan ‎
MPLS 2026 Inhil: Bunda PAUD Hadiri Pembukaan MPLS di SDN 019 Sungai Beringin, Suasana Penuh Keceriaan
Program Makan Bergizi Gratis di Inhil Dirasakan Manfaatnya, Wali Murid Berharap Tetap Berlanjut
Bupati Herman Sambut Kepulangan 307 Jamaah Haji Inhil di Embarkasi Batam
‎Program Ketahanan Pangan Desa Sungai Rabit Tahun Anggaran 2023–2025 Jadi Sorotan Warga

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:12 WIB

‎AI Mengubah Wajah Organisasi: Dari Struktur Kerja hingga Kompetensi SDM

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:56 WIB

‎Kepala Desa Tanjung Pasir Bantah Dugaan Terlibat Pengelolaan Dana Program M4CR, Sampaikan Hak Jawab ‎

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:15 WIB

BPBD Inhil Evakuasi Rumah Warga Terdampak Angin Kencang, Satu Keluarga Mengungsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:42 WIB

Dugaan Mark-up Program Mangrove M4CR di Tanjung Pasir Mengemuka, Kejaksaan Diminta Turun Tangan ‎

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:36 WIB

‎Penempatan Pegawai yang Tak Sesuai Kompetensi Dinilai Berpengaruh terhadap Motivasi Kerja

Berita Terbaru