Band Asal Tembilahan Pragu Debut, Berjudul “Inside of Me” Bicara Soal Lelah dan Pergulatan Hidup

- Admin

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visionernews.id | TEMBILAHAN, Band dream pop/indie asal Tembilahan, Riau, Pragu, resmi merilis debut single berjudul “Inside of Me” pada 21 Mei 2026. Lagu tersebut menjadi karya perdana yang merefleksikan pengalaman personal para personelnya tentang pergulatan batin, rasa lelah emosional, serta keinginan untuk mengambil jeda dari ritme kehidupan yang berjalan cepat.

Melalui Inside of Me, Pragu mencoba menuangkan pengalaman emosional dan perasaan yang mereka alami ke dalam lirik yang lugas namun tetap hangat. Salah satu penggalan lirik, “Rest my head it’s spinning around, I spent alone most of the time”, disebut terinspirasi dari pengalaman salah satu personel saat menghadapi fase kesendirian dan tekanan batin.

Secara musikal, lagu ini dikemas dengan nuansa ringan, hangat, dan emosional. Menurut Pragu, karya tersebut menjadi medium untuk mengekspresikan berbagai perdebatan batin yang mereka rasakan.

Tema besar yang diangkat dalam lagu ini berkaitan dengan kesadaran akan perubahan hidup yang berlangsung begitu cepat. Lewat karya tersebut, mereka ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya memberi ruang untuk beristirahat, melepaskan beban pikiran, dan mencari kembali hal-hal yang dirasa mulai hilang dalam perjalanan hidup.

Dari sisi produksi, Pragu juga melakukan pendekatan yang cukup unik. Proses produksi lagu Inside of Me dikerjakan menggunakan perangkat tablet dan diproduseri oleh Jimmy, yang juga merupakan drummer band tersebut.

Perjalanan terbentuknya Pragu bermula dari rutinitas para personelnya yang kerap melakukan sesi jamming dalam beberapa tahun terakhir. Keyakinan untuk mulai berkarya kemudian muncul dari demo awal yang ditulis oleh gitaris mereka, Muhammad Andrean, sebelum dikembangkan bersama Jimmy, Ical (bassis), dan Wahyudi Rahim (vokalis).

Meski dikenal membawa warna dream pop, Pragu menyebut identitas musikal mereka tidak sepenuhnya berada dalam satu genre. Musik mereka juga dipengaruhi unsur alternative rock, shoegaze, serta sentuhan emosional yang terinspirasi dari sejumlah band seperti Turnover, Title Fight, Kinoko Teikoku, DIIV, Slowdive, hingga Cocteau Twins.

Ke depan, Pragu menargetkan penyelesaian album perdana mereka pada akhir 2026. Mereka berharap karya-karya yang akan datang dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah untuk menuangkan berbagai emosi dan pengalaman yang selama ini tersimpan

Penulis : Jaslan

Editor : Redaktur

Berita Terkait

‎AI Mengubah Wajah Organisasi: Dari Struktur Kerja hingga Kompetensi SDM
‎Kepala Desa Tanjung Pasir Bantah Dugaan Terlibat Pengelolaan Dana Program M4CR, Sampaikan Hak Jawab ‎
BPBD Inhil Evakuasi Rumah Warga Terdampak Angin Kencang, Satu Keluarga Mengungsi
Dugaan Mark-up Program Mangrove M4CR di Tanjung Pasir Mengemuka, Kejaksaan Diminta Turun Tangan ‎
MPLS 2026 Inhil: Bunda PAUD Hadiri Pembukaan MPLS di SDN 019 Sungai Beringin, Suasana Penuh Keceriaan
‎Penempatan Pegawai yang Tak Sesuai Kompetensi Dinilai Berpengaruh terhadap Motivasi Kerja
Program Makan Bergizi Gratis di Inhil Dirasakan Manfaatnya, Wali Murid Berharap Tetap Berlanjut
Bupati Herman Sambut Kepulangan 307 Jamaah Haji Inhil di Embarkasi Batam

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:12 WIB

‎AI Mengubah Wajah Organisasi: Dari Struktur Kerja hingga Kompetensi SDM

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:56 WIB

‎Kepala Desa Tanjung Pasir Bantah Dugaan Terlibat Pengelolaan Dana Program M4CR, Sampaikan Hak Jawab ‎

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:15 WIB

BPBD Inhil Evakuasi Rumah Warga Terdampak Angin Kencang, Satu Keluarga Mengungsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:42 WIB

Dugaan Mark-up Program Mangrove M4CR di Tanjung Pasir Mengemuka, Kejaksaan Diminta Turun Tangan ‎

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:36 WIB

‎Penempatan Pegawai yang Tak Sesuai Kompetensi Dinilai Berpengaruh terhadap Motivasi Kerja

Berita Terbaru